Buku Ramlan Surbakti Memahami Ilmu Politik
Pengantar Ilmu Politik A. Pengertian Politik, Ilmu Politik dan Konsep Ilmu Politik Politik berasal dari bahasa yunani polites berarti warga negara kemudian berkembang menjadi Politikos yang berarti kewarganegaraan, dan Politike yang berarti kemahiran politik.
Pengantar Ilmu Politik A. Pengertian Politik, Ilmu Politik dan Konsep Ilmu Politik Politik berasal dari bahasa yunani polites berarti warga negara kemudian berkembang menjadi Politikos yang berarti kewarganegaraan, dan Politike yang berarti kemahiran politik.
Adapun konsep-konsep dalam ilmu politik senantiasa berkutat dalam masalah: a. Kekuasaan – sumber kekuasaan – pengaruh – pembuat dan pelaksanan kebijakan b. Kewenangan – kekuasaan berdasarkan legitimasi c. Konflik dan konsensus d. Pengambilan keputusan dan cara mendistribusikan kekuasaan B. Lingkup dan pengertian Politik Sebagai ilmu, politik mempunyai lingkup yang meliputi berbagai aspek.
Underground 2 ps2 cheat codes. Berikut pendapat para ahli tentang ruang lingkup dan pengertian ilmu politik: - Gambte: politik merupakan kumpulan dari satu wilayah kehidupan sosial seperti jender, ras, dan kelas sosial, sehingga politik diartikan sebagai aspek dari keseluruhan kehidupan sosial, dan tidak hanya terpusat pada lembaga-lembaga pemerintah. - Lefwich Politik tidak terlepas dari kehidupan dan aktivitas publik.
Politik menyangkut keseluruhan aktivitas dan kerjasama dan konflik di dalam atau antar masyarakat. - Deliar Noer Politik adalah segala aktivitas atau sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang dimaksud untuk mempengaruhi dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu bentuk susunan masyarakat. Sejarah Perkembangan Politik Mengkaji tentang sejarah ilmu politik bisa dilihat dari dua pandangan yaitu pembahasan secara luas atau secara sempit. Secara luas berarti ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu berupa pembahasan dalam buku-buku tertentu yang telah dikarang masa lampau, sedangkan secara sempit berarti ilmu politik dilihat dari aspek sistematisasinya sebagai ilmu dan pengakuannya dari aspek akademis. Sejarah secara luas.
Ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu, ini bisa dilihat dari karya-karya berikut; a. Yunani tahun 450 SM terdapat buku karya Herodatus, Plato dan Aristoteles.
India tahun 500 SM terdapat kitab Dharmasastra dan arthasastra. Cina tahun 500 SM terdapat tokoh Confucius dan Kung Fu Tzu d. Arab abad 11 M terdapat karya al-Marwardi berjudul al-Ahkam as-Sulthaniyyah e. Indonesia abad 13 M terdapat kitab Negarakertagama dan Babad Tanah Jawi. Sejarah secara sempit - Abad 18 dan 19 di Jerman, Austria dan Prancis telah muncul pembahasan tentang politik namun masih kental dipengaruhi hukum dan negara. - Di Inggris Ilmu politik dipengaruhi oleh filsafat moral dan sejarah - Di Paris Prancis tahun 1870 lahir Ecole libredes Scienies - Di Inggris tahun 1895 muncul lembaga London School of Economic and Political Science - Di AS tahun 1858 diangkat Francis Lieber sebagai guru besar Sejarah dan Ilmu politik di columbia College.
- Masih di AS tahun 1904 lahir American Political Science Assosiation (APSA) - Unesco lembaga dibasah PBB tahun 1948 melahirkan buku Contemporary Political Science Dalam Buku Contemporary Political Science ini terdapat 4 bidang ilmu politik, yaitu: 1. Teori Politik 2.
Lembaga Politik (Undang-Undang, pemerintah) 3. Hubungan Internasional (politik internasional, organisasi, hukum) Pada zaman Yunani Kuno para pemikir yang terkenal antara lain: - Socrates (469-399 SM) Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas masalah Public good (kebaikan bersama) yakni struktur ideal serta tentang keadilan. - Plato (429-347 SM) Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas tentang siapa yang memerintah dan kedudukan individu dalam lingkup kekuasaan yang dipegang. - Aristoteles (384 - 322 SM) Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas tentang asal dan tujuan terbentuknya negara.
Perkembangan sebagai ilmu pada akhir abad 19 mulai berkembang sebagai cabang ilmu social memiliki: rangka, dasar, fokus, dan ruang lingkup mengembangkan hukum-hukum ilmiah, obyektif, sistematis, dan empiris, Muncul pendekatan-pendekatan yg berkembang. David E Apter Menyatakan beberapa pendekatan yang berkembang: 1.